KEBAHAGIAAN YANG SEMPURNA

Renungan No Comments »

Lukas 6:20-26; Yesaya 3:10

“Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat” (Lukas 6:22).

Banyak manusia mengukur kebahagiaan dengan mobil baru, istri cantik, rumah mewah, keluarga rukun, atau telah mencapai pendidikan yang tinggi. Tetapi ini bukanlah ukuran yang sebenarnya. Kebahagiaan yang sejati adalah bila kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah, menyenangkan hati Tuhan, dan menjadi berkat bagi semua orang. Dan satu hal lagi yang yang membuat kita bahagia: bila kita dibenci karena nama Tuhan.
Mengapa kita harus berbahagia dan kebahagiaan kita menjadi sempurna bila kita dibenci karena nama Tuhan? Karena hidup kita akan semakin menyerupai Yesus. Paulus berkata, “....... aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya” (Kol. 1:24). Paulus juga berkata, “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam PENDERITAAN-NYA, di mana aku menjadi SERUPA dengan Dia dalam kematian-Nya,” (Fil. 3:10). Gereja harus menderita penganiayaan, supaya gereja semakin disempurnakan, sebab penderitaan merupakan proses yang harus dialami untuk menuju kesempurnaan.
Gereja mula-mula mengalami penganiayaan. Tetapi apakah jumlah mereka menjadi susut? Tidak, sebaliknya jumlah mereka semakin meningkat. Penganiayaan yang hebat yang menimpa mereka adalah jalan menuju kepada kemuliaan. Semakin digencet, kemuliaan Allah semakin dinyatakan. Mereka adalah orang-orang berbahagia di dalam Tuhan, melebihi konglomerat yang sedang bersantai di vilanya.
Jika Anda rindu disebut berbahagia, jadilah pelaku firman, sebab setiap orang yang melakuan firman tidak akan lepas dari penganiayaan. Mengapa gereja saat ini tenang-tenang saja dan jarang dianiaya, karena mereka enggan bersaksi. Mereka lebih suka kompromi daripada konfrontasi.

Renungan:
Bila kita diolok karena nama Yesus berarti kita disebut orang-orang yang berbahagia. Ada “kenikmatan” tersendiri yang akan kita alami pada saat kita dianiaya, sebab kemuliaan Allah turun atas kita.

Kebahagiaan Anda belum sempurna bila belum menderita karena nama Yesus.

AMPUNILAH

Renungan No Comments »

Lukas 6:37-42; 1 Samuel 24:1-8

“Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni” (Lukas 6:37).
Suatu hari istri seorang kepala suku Zulu menghadiri kebaktian yang diadakan oleh Bala Keselamatan dan di sana ia menerima Yesus sebagai Juru Selamat. Suaminya yang mendengar berita ini menjadi marah dan melarangnya dengan keras untuk pergi ke sana lagi. Karena kerinduannya tidak dapat ditahan untuk bertemu dengan Tuhan, istri kepala suku ini nekad juga pergi ke kebaktian itu. Suaminya yang mengetahui kenekadan istrinya bergegas menyusul dan menemuinya di tengah jalan. Ia memukul istrinya sampai hampir mau mati lalu ditinggalkan begitu saja di pinggir jalan.
Karena penasaran kepala suku ini kembali untuk melihat istrinya. Ia berkata kepada istrinya dengan kasar, “Apa yang Yesus dapat lakukan untukmu sekarang?”
Wanita ini membuka matanya dan berkata dengan lirih, “Ia menolong aku untuk dapat mengampunimu.”
Tuhan mau kita mempunyai hati yang suka mengampuni, bukan menghakimi. Biasanya, orang yang suka menghakimi tidak bisa mengampuni kesalahan orang lain.
Saudara, tidak mungkin kita hidup di dunia ini tanpa adanya gesekan dengan teman, suami / istri, keluarga, atau orang-orang yang ada di dekat kita. Tapi kita belum pernah dipukul sampai sekarat seperti istri kepala suku Zulu di atas, bukan? Atau Anda berdalih, “Tapi kan teman saya itu menyakitkan hati saya melebihi pembunuhan?” Karena itu Anda patut sakit hati, begitu maksud Anda?
Baiklah, Tuhan mengerti betapa sakitnya hati Anda. Dan memang Anda patut jengkel, marah, dan….. dendam! Tapi firman Tuhan melarang kita untuk sakit hati. Tuhan mengajarkan kita untuk saling mengampuni. Apa Tuhan itu tidak “mengerti” bahwa hati kita itu sakitnya bukan main? Saya tahu bila Tuhan memberikan nasihat kepada kita untuk mengampuni berarti Ia memberikan solusinya. Ia memberikan Roh Kudus-Nya yang memberikan kita kekuatan supaya kita mampu mengampuni musuh kita.
Daud adalah contoh manusia yang mau mengampuni musuhnya. Meskipun berkali-kali Saul membencinya dan bermaksud membunuhnya, namun ia tidak membalas meskipun kesempatan itu terbuka lebar (1 Sam. 24:5). Dan dua kali ia tidak menggunakan kesempatan untuk menghabisi Saul (1 Sam. 26:12).

Renungan:
Ampunilah maka Anda juga akan diampuni. Kesalahan dan dosa Anda yang begitu besar saja diampuni Tuhan, masakan Anda tidak mengampuni orang yang bersalah kepada Anda?

Mengampuni adalah ciri khas anggota Kerajaan Allah.

PERWIRA YANG SALEH

Renungan No Comments »

Lukas 7:1-10; Mazmur 122:6-8

“Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: "Ia layak Engkau tolong, sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami” (Lukas 7:4, 5).
Perwira Romawi dalam kisah ini membawahi kurang lebih 100 tentara. Tetapi perwira non-Yahudi ini sangat disukai oleh orang Yahudi. Sebab dia mencintai bangsa Yahudi, lagi pula ia turut membangun rumah ibadat bangsa Yahudi.
Dua poin penting yang dapat menjadi teladan bagi kita, selain imannya, adalah:
Pertama, perwira ini mencintai bangsa Yahudi.
Bangsa Yahudi tidak dapat dilepaskan dari kekristenan. Secara khusus Rasul Paulus berbicara tentang “jasa” bangsa Yahudi menurunkan Mesias dan menjadikan bangsa-bangsa lain menjadi umat kesayangan Allah (Rm. 9-11). Kegagalan menjadi umat Allah memang membawa “hikmah” bagi kita. Tapi bukan berarti Allah mempermainkan bangsa Yahudi supaya ia tersandung. Sebab Allah dapat memakai kegagalan untuk menyempurnakan rencana-Nya.
Apakah Allah telah melupakan bangsa Israel? Sama sekali tidak! Allah peduli dengan bangsa ini. Bahkan pada akhir zaman bangsa ini akan memegang peranan penting.
Firman-Nya yang pernah diucapkan, “Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat” (Kej. 12:3), berlaku hingga kini. Jadi kita wajib memberkati dan berdoa bagi bangsa ini bila kita ingin diberkati Allah. Daud menyerukan, “Berdoalah untuk kesejahteraan Yerusalem …..” (Mzm. 122:6).
Kedua, perwira ini menanggung pembangunan rumah ibadat.
Perwira ini bukanlah penganut Taurat, tetapi ia rela mengorbankan hartanya untuk pembangunan rumah ibadat. Ia seorang yang dermawan.
Saudara, gereja tempat Anda berjemaat membutuhkan dana juga mungkin untuk perluasan gereja, mengutus para pengerja ke ladang misi, membangun panti asuhan, dan berbagai proyek lainnya. Ya, memberitakan Injil memang membutuhkan uang. Dan Anda dipanggil untuk mengorbankan harta Anda untuk ini.

Renungan:
Perwira non-Yahudi merupakan teladan bagi kita. Imannya, kasihnya terhadap bangsa Yahudi, dan kemurahan hatinya merupakan contoh untuk kita ikuti. Kita percaya, jika Anda melakukannya Anda akan diberkati.

Berdoalah bagi bangsa Yahudi, setidak-tidaknya untuk membalas “jasanya”.

KETAATAN BANGUN FONDASI YANG KUAT

Renungan No Comments »

Lukas 6:46-49; Amsal 13:13

“Ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun” (Lukas 6:48).

Suatu hari seorang ayah masuk ke kamar anak gadisnya dan melihat ia begitu bahagia. Seseorang telah memberikan satu kotak manik-manik kepadanya. Anak itu berlari kepada ayahnya dan menunjukkan kotak itu.
“Itu memang indah anakku. Tetapi sekarang, lemparkan kotak itu ke dalam api,” kata ayahnya.
Anak itu memandang wajahnya dengan heran. Ini merupakan ujian berat.
“Ayah tidak memaksamu. Itu terserah kamu. Ayah mempunyai alasan yang kuat untuk hal itu. Percayalah kepada ayah.”
Dengan berat hati anak itu perlahan-lahan menghampiri tungku dan melemparkan sekotak manik-maniknya.
Setelah itu sang ayah tidak berkata apa-apa. Keesokan harinya ayahnya membawa boneka yang amat cantik yang telah lama diidam-idamkan anak gadisnya itu. Ayahnya berkata sambil memberikan boneka itu, “Nak, ayah memang bermaksud memberikan pelajaran kepadamu supaya kamu tahu bahwa Allah kadang-kadang bertindak seperti ini. Seringkali kita diperhadapkan dalam situasi yang tidak menyenangkan. Dan Allah kerap memerintahkan sesuatu yang bertentangan dengan kehendak kita, tetapi lakukanlah, sebab Ia mempunyai alasan yang kuat untuk itu. Dan percayalah yang terbaik akan terjadi dalam hidup kita.”
Saudara, taat pada firman-Nya merupakan kunci untuk membuka pintu berkat. Apa yang merupakan sesuatu yang buruk, Allah dapat mengubahkan untuk kebaikan kita asal kita taat. Dan menurut pembacaan ayat hari ini Tuhan Yesus memberikan pengertian bahwa orang yang taat pada firman Allah akan mendirikan rumahnya di atas batu karang. Bila banjir datang rumah itu tidak roboh. Ia tidak ambruk karena berbagai persoalan yang melanda karena ia adalah pelaku firman.
Jadi, untuk memiliki fondasi yang kuat kita harus mendengarkan firman Tuhan dan melakukannya.

Renungan:
Marilah kita belajar untuk taat kepada firman Tuhan dari hal yang terkecil sampai yang besar. Inilah rahasia kekristenan yang berhasil ? menjadi pelaku firman. Dalam ketaatan kadang kita tidak mengerti apa yang menjadi maksud Allah, tetapi percayalah bahwa Ia menyiapkan yang terbaik untuk kita.

Ketaatan akan memperkokoh fondasi rumah kita.

ORANG KRISTEN POHON KURMA

Renungan No Comments »

Lukas 6:43-45; Mazmur 92:13-15

“Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur” (Lukas 6:44).

Jadilah orang Kristen pohon kurma. Mengapa?
Dalam Kel. 15:27 dikatakan, “Sesudah itu sampailah mereka di Elim; di sana ada dua belas mata air dan tujuh puluh POHON KURMA, lalu berkemahlah mereka di sana di tepi air itu.” Pikirkan, betapa menyenangkan melihat segerombolan pohon kurma bagi para pelancong di padang gurun. Sebab pohon ini tidak hanya memberikan tempat yang teduh, tetapi juga air, sebab pohon ini tumbuh di mana ada air.
Pemazmur juga menyatakan bahwa pohon ini masih saja berbuah pada masa tua, “Orang benar akan bertunas seperti pohon kurma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita. Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar” (Mzm. 92:13-15). Pohon ini tidak pernah “pensiun”. Banyak dari kita yang ingin cepat-cepat pensiun ? berhenti dari segala aktivitas pelayanan atau tidak lagi menghasilkan buah bagi Tuhan. Mungkin kita berpikir bahwa sudah saatnya kita membeli sebuah vila kecil di tepi danau yang indah. Di sana kita akan merajut dan bersantai sampai ajal menjemput. Ini bukan tipe orang Kristen pohon Kurma. KITA HARUS TETAP BERBUAH DAN BERKARYA BAGI KRISTUS SAMPAI TUHAN MEMANGGIL KITA.
Kitab Wahyu menyebutkan bahwa Kurma adalah gambaran kemenangan, “Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem [atau kurma] di tangan mereka” (Why. 7:9).
Orang-orang yang memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem adalah orang-orang yang telah lulus dari kesengsaraan. Dan kini mereka berdiri di hadapan Tuhan dengan daun palem di tangan.
Saudara, marilah kita menjadi orang Kristen yang berkemenangan dan berbuah lebat sampai tua seperti pohon kurma atau palem. Jangan malas, atau Allah akan datang dengan membawa kapak dan akan merobohkan pohon yang tidak berbuah. Jangan berpikir untuk pensiun melayani Tuhan.
Renungan:
Sebagai orang percaya kita semua adalah pohon yang ditanam. Ada pohon yang tidak menghasilkan buah, ada yang menghasilkan buah tapi busuk, tetapi ada juga yang menghasilkan buah yang baik. Anda mau pilih yang mana?

Pohon yang baik dengan buah yang baik pula akan memberikan kepuasan kepada majikannya.

Copyright 2009 © Successful Bethany Families Sydney. All rights reserved.
| Sitemap
Entries RSS Comments RSS Log in