Pria dan kepemimipinan – lanjutan dari buku Real Man by ED Cole
Kualifikasi kepemimpinan :
1.Reputation – A man’s reputation is established by esteem, respect and honor given.
Kepemimpinan pria sejati yang pertama adalah Reputasi. Reputasi pria dibangun pria bukan atas dasar kekayaan tapi penghargaan , nilai –nilai yang baik , luhur dan sesuai dengan firman Tuhan. Reputasi dalam keluarga, masyarakat, pelayanan atas dasar penghargaan dan nilai –nilai yang luhur dari firman Tuhan.
2. Ethics – provide a guideline to relationships in business, marriage or even crime. Kepemimpinan pria sejati dalam hubungan berdasarkan etika.
3. Morality – is a system of ethical conduct, relating to principles of right and wrong behaviour. Morality can be called “virtue”. Virtue in one sense, is used in the Bible synonym with courage.
Kepemimpinan pria sejati adalah membangun dirinya dengan prinsip tingkah laku moral yang baik.
4. Temperament – A temperate man does not make decisions based on the emotion of the moment or on the personal gratification he can garner but on the merits of decision itself. The real man’s criteria for decision making are : is it spiritual, moral, ethical, legal?
Kepemimpinan pria sejati mengambil keputusan atas dasar etika, spiritual, legal dan bukan atas dasar emosi.
5. Habits- Actions follow beliefs. Emotions follows actions. Change a mind, change a habit, change a life.
Kepemimpinan pria sejati membangun kebiasaan yang baik. Kebiasaan membaca firman secara teratur, membaca buku –buku yang baik menambah pengetahuan. Hidup ini sebenarnya juga adalah rangkaian dari kebiasaan, maka kebiasaan yang baik harus dibangun.
6. Maturity – the marks of a mature man can be seen in a variety of ways: the facets of character, friends he chooses, decisions he makes, responsibility he accepts, leadership he exercises and so on.
Kepemimpinan pria sejati membangun dirinya menjadi dewasa , semakin serupa dengan Kristus, mengikuti teladan Kristus dan menjadi dewasa penuh dalam Kristus.
Now this the time for men to accept the spiritual and moral leadership of the home, church and community.
Marilah kita membangun diri menjadi pemimpin pria sejati dalam Kristus.
By His Grace
Danny Swardi