Pria dan kepemimpinan
Kepemimpinan yang melayani
Perjalanan hidup sebagai prianya Allah yang ketiga adalah kepemimpinan. Tuhan memberi teladan bagi kita yaitu di Markus 10:43-45 “Tidaklah demikian di antara kamu.Barangsiapa ingin menjadi besar diantara kamu hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka diantara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberi nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. sebagai pemimpin kita berhubungan dengan otoritas, pemberian tugas, pengkoreksian serta mengarahkan apa yang harus dikerjakan, disiplin dan lain lain. Maka perintah Tuhan Yesus jelas bahwa pemimpin harus bersifat melayani karena sebagai pemimipin bisa bersifat otoriter, egois dan sifat yang tidak baik muncul bahkan sering ingin menjadi terkemuka tanpa memperhatikan yang lain. sebaliknya melayani lebih bersifat memperhatikan yang lain , belajar memberi teladan kepada orang lain seperti dalam Yohanes 13:15 “sebab Aku telah memberi suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu” kepemimpinan adalah hal yang harus dijalani oleh setiap pria dan penting untuk dipelajari dan dilakukan dengan benar sesuai Firman Tuhan.
kepemimpinan itu penting , kita dapat lihat dari zaman Perjanjian lama yaitu Yosua seorang abdi Musa untuk merebut negeri yang dijanjikan ada dalam Yosua 1:1,2 “Sesudah Musa hamba Tuhan itu mati, berfirmanlah Tuhan kepada Yosua bin nun, abdi Musa itu demikian HambaKu Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang kan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu. Yosua sebagai pemimpin punya peran yang penting supaya bangsa Israel dapat menempati negeri yang Tuhan janjikan. Pada Perjanjian Baru pada surat Titus 1:5 “Aku (Paulus) telah meninggalkan engkau di Kreta dengan maksud ini , supaya engkau mengatur apa yang masih perlu diatur dan supaya engkau menetapkan penatua-penatua di setiap kota, seperti yang kupesankan kepadamu,” penatua adalah pemimpin yang mengatur rumah Allah. jadi pemimpin itu penting,1) kepemimpinan menuntut kemampuan untuk melakukan lebih dari satu hal dengan baik,2) kepemimpinan berkembang setiap hari bukan dalam satu hari (Hukum Proses ),3) pemimpin adalah pembelajar -dari John Maxwell 21 Hukum kepemimipinan sejati. Dunia dan Gereja perlu pemimpin yang efektif itulah sebabnya belajar kepemimpinan itu sangat penting.

Kita dapat pelajari dan mengetahui karakteristik dan kualifikasi kepemimpinan Alkitabiah dari Leadership That Works by Ed Cole :

1. Uninhibited in lifestyle , Jesus was uninhibited in His lifestyle, being totally identified with the Father
2. Fervent in spirit , His fervency was exhibited in His diligent application to the Father’s will.
3. Zealous, His zeal for Father’s house was evident and also in the surrender of His life.

Men followed Him, devoted themselves to Him and gave themselves over to His cause. Real men still do.

Kualifikasi kepemimpinan adalah sebagai berikut :

1. Reputation
2. Ethics
3. Morality
4. Temperament
5. Habits
6. Maturity

Demikianlah kita sebagai pria sejati dalam Kristus dapat pelajari hari demi hari, langkah demi langkah kepemimpinan yang Alkitabiah .

Amsal 1:5
“baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan..”

By His Grace
Danny Swardi