Transkrip
Dalam Matius 7:13-14, Yesus dengan tegas menyatakan bahwa hidup ini bukan tentang banyak pilihan, melainkan hanya dua: dua pintu dan dua jalan. Ada pintu yang sesak dan ada pintu yang lebar. Ada jalan yang sempit, namun membawa kepada kehidupan. Sebaliknya, ada jalan yang luas, tetapi pada akhirnya menuju kepada kebinasaan.
Kebenaran ini sejalan dengan doktrin Kekristenan, yaitu bahwa hanya ada satu jalan untuk sampai kepada Tuhan. Namun, dunia sering kali menolak klaim yang eksklusif ini dan menuntut kita untuk “Think Outside The Square You Live In".
Banyak orang merasa tidak nyaman dengan klaim bahwa keselamatan hanya didapati melalui Yesus Kristus, karena hal ini dianggap terlalu berpikiran sempit (narrow-minded), tidak toleran, atau bertentangan dengan semangat keterbukaan yang dijunjung tinggi oleh budaya masa kini.
Sebagai orang percaya, kita harus berpegang teguh pada kebenaran Firman Tuhan di mana Yesus adalah satu-satunya jalan (Yohanes 14:6)
Tetapi Yesus juga mengatakan bahwa hanya ada satu kriteria yang menentukan apakah seseorang benar-benar pengikut-Nya atau tidak.
Di Matius 7:21-23, Yesus memberikan peringatan keras bahwa orang yang berseru Tuhan, Tuhan atau orang yang bernubuat demi nama Yesus atau orang yang mengusir setan demi nama Yesus atau orang yang mengadakan banyak mujizat, bukanlah kriteria yang menentukan apakah orang tsb akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Syarat untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga adalah melakukan kehendak Bapa di sorga, yaitu mendengarkan dan mentaati perintah Yesus (Matius 17:5)
Dengan kata lain, kita tidak bisa hanya mengaku Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juru Selamat, kalau pada kenyataannya kelakuan kita bertentangan dengan perintah dan kehendak-Nya. Yesus dengan jelas menolak dan tidak mengakui orang-orang yang hanya melakukan "lip service”.
Dunia seringkali menekankan pentingnya usaha manusia (human achievement) dan kolaborasi dengan Tuhan untuk menentukan keselamatan. Sebaliknya Kekristenan sejati berprinsip bahwa keselamatan adalah sepenuhnya karya Allah (divine accomplishment) dan bukan hasil manusia.
Setelah menerima anugerah keselamatan, kita dituntut untuk hidup dengan mendengarkan perkataan Yesus dan melakukannya sehingga musim apapun yang kita akan alami, tidak akan membuat iman kita rubuh (Matius 7:24-27)
Tawaran untuk Think Outside The Square You Live In adalah tawaran menarik dari dunia, namun Yesus memberi perintah: pilihlah pintu yang sesak dan jalan yang sempit (Don't Think Outside The Square You Live In)
Jangan sampai kehendak bebas (free will) yang kita miliki malah membuat kita semakin jauh dari Tuhan. Kiranya kita selalu menjadi orang yang miskin di hadapan Allah (poor in spirit), karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Tuhan Yesus memberkati.