Sabtu, 3 Oktober 2026
PERHATIKAN Manusia Batiniahmu
“Yehezkiel 27; 1 Petrus 3:4”
"Hai engkau anak manusia, ucapkanlah suatu ratapan mengenai Tirus" (Yehezkiel 27:2)
Pada zaman itu Tirus adalah kota dagang komersial. Tirus adalah kota pelabuhan bagi para pelaut - pelaut / kapal - kapal dagang dari seluruh penjuru dunia, dan meriahnya bisa disamakan dengan meriahnya kota Paris, New York, atau Tokyo pada saat sekarang ini.
Alkitab menampilkan seorang raja Tirus yang mengandung misteri namun misteri telah diungkapkan. Alkitab menceritakan dengan gamblang seluk-beluk kejatuhan seorang malaikat yang akhirnya kelak akan menjadi setan.
Raja Tirus memang diidentikkan dengan Lucifer. Lucifer sendiri berarti "terang, putra fajar, bintang fajar, matahari fajar." Pada catatan samping Alkitab lain disebut sebagai "bintang fajar" (Yesaya 14:12). Nama-nama itu diambil dari kata aslinya yang berarti : "jelas, bercahaya, mempertontonkan, membual, berkoar-koar dengan bodoh. omong kosong." Lucifer adalah Setan, si jahat itu.
Pada hari saat diciptakan Lucifer dengan segala posisinya yang tinggi tetaplah tidak dapat disetarakan dengan Tuhan. Tuhan itu kekal. Lucifer adalah suatu ciptaan. Tuhan tak pernah menciptakan dosa. Tetapi dalam diri Lucifer telah muncul sebuah itikad jahat yang akhirnya akan mengantar makhluk cantik ini menjadi makhluk terburuk di dunia. Dia menjadi Setan.
Saudara, meskipun kita dikenal sebagai orang yang sangat cantik dan menarik, tetapi kala hati kita busuk, itu sama saja di mata Allah kita adalah makhluk yang jelek. Sebab kecantikan dan ketampanan sejati itu bukanlah penampakan dari luar, tetapi dari dalam. Banyak orang Kristen yang hanya memperhatikan penampilan luarnya tetapi mengabaikan penampilan dalamnya.
Jangan memberikan prioritas yang berlebihan terhadap penampilan luar. Kecantikan yang diluar dapat digunakan untuk alat bagi kejatuhan. Dan suatu ketika ada seorang artis cantik yang masih belia bersekongkol dengan keluarganya sendiri untuk memeras seorang pemuda bahkan membunuhnya!
Renungan : Kecantikan yang terpenting adalah yang di dalam. Dunia memang hanya memperhatikan yang di luar, tetapi kita adalah manusia rohani yang seharusnya sangat memperhatikan manusia yang di dalam. Jika manusia batiniah Anda cantik, maka cantik jugalah diri Anda.