Transkrip
Harun adalah imam besar pertama bangsa Israel, kakak Musa, berasal dari suku Lewi, anak Amram dan Yokebed. Sejak awal hidupnya, Harun sudah ada dalam penyertaan Tuhan. Pada masa Firaun memerintahkan pembunuhan bayi-bayi laki-laki Israel, Tuhan juga memelihara hidup Harun. Bahkan ketika Musa merasa tidak pandai berbicara, Tuhan memilih Harun menjadi juru bicara Musa di hadapan Firaun dan bangsa Israel.
Harun menyaksikan begitu banyak mujizat Tuhan. Tongkatnya berubah menjadi ular dan menelan ular para ahli sihir Mesir. Melalui tongkat Harun, air Sungai Nil berubah menjadi darah, kodok keluar memenuhi Mesir, dan debu tanah berubah menjadi nyamuk. Harun melihat sendiri kuasa Tuhan bekerja dengan luar biasa.
Namun setelah bangsa Israel keluar dari Mesir dan berada di padang gurun, Harun melakukan dosa besar. Ketika Musa naik ke gunung Sinai, Harun mengumpulkan emas dari bangsa Israel, membentuk anak lembu emas, dan membiarkan bangsa itu menyembah berhala. Tindakan itu melanggar hukum Tuhan secara langsung. Bahkan karena dosa tersebut, sekitar 3.000 orang Israel mati.
Secara manusia, Harun pantas dihukum. Tetapi pertanyaannya, mengapa Tuhan tidak membinasakan Harun?
1. Ada Kuasa dalam Doa Syafaat
Dalam Ulangan 9:20, Musa berkata bahwa Tuhan sangat murka kepada Harun dan ingin membinasakannya. Namun Musa berdoa syafaat bagi Harun, dan Tuhan mendengar doa itu.
Dari sini kita belajar bahwa doa syafaat memiliki kuasa yang besar. Doa bukan sekadar rutinitas rohani, tetapi senjata yang dipakai Tuhan untuk menyelamatkan dan memulihkan hidup seseorang. Karena itu kita harus belajar berdoa bagi keluarga, pasangan, anak-anak, sahabat, dan orang-orang di sekitar kita. Doa yang tulus dan terus-menerus dapat mengubah keadaan yang mustahil.
2. Tuhan adalah Penyayang dan Pengasih
Tuhan memperkenalkan diri-Nya kepada Musa sebagai Allah yang penyayang, pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih setia, dan mengampuni kesalahan, pelanggaran, serta dosa.
Melalui kisah Harun, kita belajar bahwa kegagalan bukan akhir dari hidup seseorang. Walaupun Harun pernah jatuh dalam dosa besar, Tuhan tidak meninggalkannya. Harun bertobat dan akhirnya kembali dipakai Tuhan sebagai imam yang melayani bangsa Israel.
Dunia sering kali melihat masa lalu seseorang dan sulit memberi kesempatan kedua. Tetapi Tuhan berbeda. Tuhan melihat hati yang mau bertobat dan masa depan yang masih bisa dipulihkan.
Banyak tokoh Alkitab tidak sempurna, namun tetap dipakai Tuhan. Sebab Tuhan tidak memanggil orang yang sempurna, tetapi Tuhan memampukan orang yang dipanggil-Nya.
Pesan hari ini adalah: tidak peduli seberapa jauh kita pernah jatuh, Tuhan masih sanggup mengampuni, memulihkan, dan memakai hidup kita kembali, selama kita mau datang kepada-Nya dengan hati yang bertobat.
Tuhan Yesus Memberkati.