Bethany Sydney
← Semua khotbah

Minggu, 2 Agustus 2026

ANGIN RIBUT DAN ANGIN SAKAL

Ps. Agus Gunawan

Transkrip

Matius 14 mencatat murid-murid Yesus menghadapi angin sakal, sementara Yunus mengalami angin ribut. Keduanya sama-sama menimbulkan badai, tetapi memiliki tujuan yang berbeda.

1. Angin Ribut: Peringatan untuk Bertobat Yunus dipanggil Tuhan pergi ke Niniwe, tetapi ia memilih melarikan diri ke Tarsis. Karena ketidaktaatannya, Tuhan menurunkan angin ribut yang besar sehingga kapal hampir hancur.

Yunus akhirnya menyadari bahwa badai itu berkaitan dengan ketidaktaatannya kepada Tuhan. Ia mengakui kesalahannya dan berserah.

Kisah ini mengajarkan bahwa terkadang badai dalam kehidupan terjadi karena pilihan kita sendiri untuk menjauh dari kehendak Tuhan. Karena itu, ketika menghadapi badai, kita perlu melakukan introspeksi: apakah ada sesuatu yang harus kita bereskan di hadapan Tuhan? Jika ada, pertobatan dan kembali kepada Tuhan adalah jalan yang harus kita ambil.

2. Angin Sakal: Menguji dan Memperkuat Iman Berbeda dengan Yunus, murid-murid mengalami angin sakal justru ketika mereka sedang taat kepada perintah Yesus. Yesus sendiri menyuruh mereka naik perahu dan menyeberang.

Namun, di tengah perjalanan, mereka diterpa badai.

Artinya, berada dalam kehendak Tuhan tidak selalu berarti hidup tanpa masalah. Ada badai yang Tuhan izinkan bukan untuk menghukum, tetapi untuk menguji dan memperkuat iman kita.

Di tengah badai, Yesus datang berjalan di atas air. Petrus bahkan mengalami mukjizat berjalan di atas air ketika ia memandang kepada Yesus.

Jadi, angin sakal dapat menjadi tempat Tuhan menyatakan kuasa-Nya dan membawa kita mengenal Dia lebih dalam.

3. Angin Sakal: Batu Loncatan Menuju Berkat Yohanes 6:21 mencatat bahwa setelah Yesus naik ke perahu, seketika itu juga perahu sampai ke pantai yang mereka tuju.

Badai yang sebelumnya terlihat sebagai penghambat ternyata menjadi bagian dari perjalanan menuju tujuan.

Seperti Brian Chesky dan Joe Gebbia yang mengalami kesulitan membayar sewa, keterbatasan mereka akhirnya melahirkan ide Airbnb. Masalah yang mereka hadapi justru menjadi batu loncatan menuju sesuatu yang lebih besar.

Demikian juga dalam kehidupan kita. Masalah pekerjaan, ekonomi, visa, kesehatan, atau keluarga dapat Tuhan pakai menjadi jalan menuju berkat yang tidak pernah kita bayangkan.

Jika itu angin ribut, bertobatlah.

Jika itu angin sakal, tetaplah percaya

Sebab Tuhan berkuasa memakai setiap badai untuk membawa kita kepada tujuan-Nya.

Tuhan Yesus Memberkati.