Transkrip
2 Korintus 12:7-10 "Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya.” Firman ini mengingatkan kita untuk selalu melihat kebaikan Tuhan, termasuk ketika kehidupan tidak berjalan seperti yang kita harapkan. Rasul Paulus adalah seorang yang luar biasa dipakai Tuhan. Melalui pelayanannya banyak mukjizat terjadi, orang sakit disembuhkan, bahkan orang mati dibangkitkan. Namun Paulus sendiri memiliki pergumulan yang disebutnya sebagai "duri dalam daging.” Tiga kali ia meminta Tuhan mengambilnya, tetapi Tuhan menjawab, “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Karena itu Paulus berkata, “Jika aku lemah, maka aku kuat." 1. Persoalan, Masalah dan Kesukaran sangat dibutuhkan untuk kesehatan dan kebugaran Iman Rohani kita. Seperti tubuh membutuhkan tekanan dan latihan agar menjadi kuat, iman juga bertumbuh ketika melewati tantangan. Eksperimen Universe 25 oleh John B. Calhoun dapat menjadi sebuah ilustrasi. Tikus ditempatkan dalam lingkungan dengan makanan dan air berlimpah serta tanpa predator. Namun seiring waktu, komunitas tersebut mengalami kerusakan perilaku dan akhirnya koloni itu punah. Kenyamanan ternyata tidak otomatis menghasilkan kehidupan yang sehat. Demikian juga dalam kehidupan rohani. Paulus mengalami penderitaan, penjara, dera, lemparan batu, karam kapal, dan berbagai bahaya. Namun semua itu tidak menghentikannya mengikuti Tuhan. Justru di tengah kelemahannya ia mengalami kekuatan Tuhan. 2. Persoalan, Masalah dan Kesukaran sangat dibutuhkan supaya kita Jangan meninggikan diri! Melainkan selalu sadar akan ketergantungan total kepada TUHAN! Duri dalam daging membuat Paulus menyadari bahwa semua kuasa dan keberhasilan pelayanannya bukan berasal dari dirinya, melainkan dari Tuhan. Dalam 2 Korintus 4:7 Paulus menggambarkan kita seperti bejana tanah liat yang menyimpan harta, supaya nyata bahwa kekuatan yang melimpah itu berasal dari Allah. Prinsip yang sama terlihat dalam kehidupan Daniel, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Tuhan tidak selalu menghilangkan masalah mereka. Daniel tetap masuk ke gua singa, dan ketiga sahabatnya tetap masuk ke perapian. Tetapi Tuhan menyertai mereka di tengah masalah. Karena itu, ketika kita berada dalam kesukaran, jangan langsung berpikir Tuhan meninggalkan kita. Bisa jadi Tuhan sedang menguatkan iman, menjaga kita tetap rendah hati, dan mengajar kita semakin bergantung kepada-Nya. Tuhan tidak selalu mengangkat kita dari masalah, tetapi Dia menyertai kita melewati masalah. Dia adalah Immanuel-Allah yang beserta kita. Sebab ketika kita lemah, di dalam Dia kita menjadi kuat. Tuhan Yesus Memberkati