Bethany Sydney
← Semua khotbah

Minggu, 26 April 2026

THE MISSION & THE REWARD

Ps. Firmanto

Transkrip

Dunia semakin hari tidak semakin bertambah baik, tetapi justru semakin bertambah jahat. Dunia ini sedang lenyap dengan segala keinginannya. Itu merupakan kabar buruk bagi dunia dan segala isinya.

Tetapi puji Tuhan, kita bukan berasal dari dunia ini, karena kewargaan kita ada di dalam sorga, yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini menjadi serupa dengan tubuh-Nya yang mulia. Sesungguhnya Allah-lah yang lebih dahulu memilih kita.

Jadi jangan heran apabila dunia membenci kita. Kita tidak akan selamanya tinggal di dunia ini, tetapi kita akan kembali ke sorga yang kekal.

Jika Tuhan menempatkan kita di dunia ini, pasti Tuhan memiliki misi atau rencana yang mulia, sekaligus dengan upah-Nya: 1. Beranak cucu, bertambah banyak, memenuhi dan menaklukkan bumi (Kejadian 1:28). Reward: buah kandungan. 2. Mengutus Anak-Nya yang tunggal. Reward: tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3:16). 3. Pergi memberitakan Injil, menjadikan semua bangsa murid Yesus, dan membaptis (Matius 28:19-20). Reward: 5 mahkota.

Perlu kita ketahui, saat Tuhan memberikan misi beranak cucu kepada Adam (Kejadian 1:28), itu terjadi sebelum manusia jatuh ke dalam dosa. Saat itu belum ada konsekuensi seperti kesakitan dalam mengandung dan melahirkan (Kejadian 3:16).

Namun setelah manusia jatuh dalam dosa, mulai terjadi penderitaan: perempuan mengalami kesakitan saat melahirkan, Habel dibunuh oleh Kain, terjadi air bah pada zaman Nuh, serta kehancuran Sodom dan Gomora.

Apakah semua itu membuat rencana Allah gagal? Jawabannya: tidak!

Misi Tuhan untuk mengaruniakan Anak-Nya, Yesus Kristus, melalui keturunan Hawa tidak akan pernah gagal.

Lalu, beranak cucu yang seperti apa yang dapat merealisasikan misi Tuhan? Yaitu beranak cucu yang terpusat pada Mesias, Yesus Kristus (Yohanes 14:6).

Karena itu, Tuhan membutuhkan dan mempersiapkan keluarga yang militan (teruji):

Anak muda, carilah pasangan yang sepadan dan seimbang, yang memiliki karakter Kristus, dan masuk dalam pernikahan yang kudus (Kejadian 2:18; 2 Korintus 6:14).

Hormatilah orang tuamu, tetaplah berhubungan dan peduli kepada mereka.

Suami harus bertanggung jawab sebagai imam dan kepala keluarga. Jangan bersikap tidak peduli, tetapi beranilah berkorban bagi istri dan anak-anak (Efesus 5:25, 28).

Istri, milikilah hati yang lembut dan bijaksana. Jangan mudah emosi atau menyalahkan suami. Jadilah penopang doa dan penolong yang membangun (Kejadian 2:18).

Suami istri hendaklah saling merendahkan hati, saling menguatkan, dan menjadi teladan bagi anak-anak.

Orang tua, gunakan waktu bersama anak-anak dengan baik: bermain, beribadah, membaca firman, dan berdoa bersama (Ulangan 6:7). Didiklah mereka dalam takut akan Tuhan, jangan menyerahkan sepenuhnya kepada gadget atau media sosial. Biasakan mereka belajar firman Tuhan (Efesus 6:4).

Nenek dan kakek, kasihilah cucu dengan seimbang antara kasih dan didikan, serta bersikap adil kepada keluarga (Amsal 17:6).

Jadikanlah mereka murid-murid Yesus.

God with us