Bethany Sydney
← Semua khotbah

Minggu, 7 Juni 2026

KANAPH

Ps. Agus Gunawan

Transkrip

Kanaf adalah kata sederhana, tetapi memiliki makna yang dalam. Dalam bahasa Ibrani, kanaf dapat berarti ujung jubah, tetapi juga dapat berarti sayap. Dua makna ini menolong kita memahami kisah perempuan yang sakit pendarahan selama dua belas tahun dalam Markus 5:25-34.

Perempuan ini bukan hanya mengalami sakit biasa. Selama dua belas tahun, tubuhnya melemah karena pendarahan yang tidak berhenti. Ia sudah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, bahkan menghabiskan semua yang ia miliki, tetapi tidak ada hasilnya. Keadaannya justru semakin memburuk. Penyakit itu bukan hanya merusak tubuhnya, tetapi juga menghancurkan keuangannya, harapannya, dan kehidupannya.

Lebih berat lagi, menurut hukum Taurat, orang yang mengalami pendarahan dianggap najis. Ia tidak bebas bergaul dengan orang lain. Ia tidak boleh disentuh dan tidak boleh menyentuh. Selama dua belas tahun, ia hidup dalam kesendirian, rasa malu, penolakan, dan keterasingan. Namun di tengah keadaan yang gelap itu, ia mendengar tentang Yesus. Harapan yang hampir padam mulai menyala kembali.

Ia mengambil keputusan yang berani. Walaupun tubuhnya lemah dan posisinya sebagai orang najis membuatnya berisiko ditolak, ia tetap mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. Ia berkata dalam hatinya, “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Ini bukan sekadar tindakan nekat, tetapi tindakan iman. Ia tidak menyerah pada keadaan, tetapi memilih untuk datang kepada Yesus.

1. Apapun keadaanmu, jangan putus asa.

Matius 11:28 berkata, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Yesus memanggil orang yang lelah, terluka, sakit, dan berbeban berat untuk datang kepada-Nya. Perempuan ini datang tanpa kekuatan, tanpa harta, dan tanpa kehormatan, tetapi ia datang dengan iman. Ketika ia menjamah jubah Yesus, seketika itu juga pendarahannya berhenti. Banyak orang berdesak-desakan dekat Yesus, tetapi hanya perempuan ini yang menerima mujizat, karena ia menjamah Yesus dengan iman.

Yesus lalu berkata kepadanya, “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlan dari penyakitmu.” Yesus tidak memanggilnya perempuan najis. Ia memanggilnya anak. Ia bukan hanya disembuhkan secara fisik, tetapi juga dipulihkan martabatnya, diterima kembali, dan diberi damai sejahtera.

2. percaya teguh kepada janji firman Tuhan.

Maleakhi 4:2 berkata bahwa bagi orang yang takut akan nama Tuhan akan terbit Surya Kebenaran dengan kesembuhan pada sayap-Nya. Kata sayap di sini berkaitan dengan kanaf. Ketika perempuan itu menjamah ujung jubah Yesus, ia sedang percaya kepada Mesias yang membawa kesembuhan.

Mazmur 91:4 berkata, “Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung." Firman Tuhan bukan harapan kosong. Matius 24:35 berkata, “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.” Bilangan 23:19 menegaskan bahwa Allah bukan manusia sehingga Ia berdusta. Apa yang Tuhan firmankan, pasti Ia genapi.

Kanaf mengingatkan bahwa di bawah sayap kasih Tuhan ada perlindungan, dan di ujung jubah Sang Mesias ada kesembuhan. Karena itu, jangan putus asa. Datanglah kepada Yesus dengan iman. Di dalam Dia ada kesembuhan, pengampunan, damai sejahtera, dan pemulihan hidup.

Tuhan Yesus Memberkati.