Bethany Sydney
← Semua pesan

Minggu, 4 Oktober 2026

Tanda Jaman

Oleh Jimmy Tjandra

Fam, apakah Anda tahu El Nino? Sebenarnya, secara bahasa, el nino (dibaca el ninyo) memiliki arti yang manis, yaitu anak laki-laki kecil. Hanya saja, bagi yang tidak mengerti bahasa Spanyol (seperti saya), tidak ada manis-manisnya dengan El Nino. Saya hanya mengerti bahwa dia adalah fenomena alam dimana SST (Sea Surface Temperature) di Laut Pasifik mengalami peningkatan. Secara sederhana, peningkatan suhu itu kemudian menimbulkan berbagai masalah bagi umat manusia. Terakhir, El Nino yang sangat parah terjadi pada tahun 2015-2016, menyebabkan kekeringan hebat yang disusul dengan gagal panen di Asia dan Afrika. Akibatnya, tentu saja, harga pangan pun meningkat drastis. Di Australia, itu adalah tahun yang sangat panas. Kabar buruknya, 2026-2027 ini adalah El Nino yang lebih parah lagi, bahkan yang paling parah dalam sejarah manusia modern. Dahsyatnya El Nino tahun ini karena dibarengi pula dengan memanasnya Samudra Hindia, yang membuat Asia dan Australia seperti diapit oleh 2 tungku panas. Kalau di tahun 2015-2016 dia disebut Super El Nino, maka tahun 2026-2027 dia dipanggil dengan Godzilla El Nino.

Lepas dari nama sebutannya, efek yang kita rasakan secara langsung di Australia adalah musim panas yang sangat ekstrim. Jadi jangan heran kalau kita akan mengerti bagaimana perasaan bakpau yang dikukus. Oleh karenanya, kita perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi cuaca ekstrim tersebut, terutama untuk kaum senior dan anak-anak. Waspadai juga akan apa yang disebut dengan heat stroke yang bisa dipicu oleh hawa panas yang berlebihan. Jangan sampai dehidrasi, bawa kipas angin kemana-mana, atau selipkan AC 2 PK di ransel bagi yang masih kuat. Selain itu, karena El Nino juga sangat rentan menimbulkan kebakaran, persiapkan diri juga menghadapi udara yang bakal tercemar, dan lain sebagainya. Dalam dunia rohani, saya tidak akan heran kalau peristiwa ini akan dihubungkan dengan cawan murka Allah yang ke empat, seperti yang dicatat dalam Wahyu 16:9,“Dan manusia dihanguskan oleh panas api yang dahsyat, dan mereka menghujat nama Allah yang berkuasa atas malapetaka-malapetaka itu dan mereka tidak bertobat untuk memuliakan Dia.” Namun kalau Anda bertanya kepada saya, sejujurnya saya tidak tahu apakah ini adalah tanda jaman atau bukan. Hanya saja, kalau kita menelisik kondisi alam yang semakin memburuk, ditambah dengan keserakahan manusia yang bahkan lebih buruk lagi, maka kita bisa mengatakan bahwa bumi ini memang sudah semakin tua. Sekalipun tanpa janji kedatangan Tuhan Yesus untuk yang kedua kalinya nanti, bumi ini akan hancur dengan sendirinya. Justru kedatanganNya yang kedua kalinya itulah yang akan menyelamatkan kita. “Dan sekiranya Tuhan tidak mempersingkat waktunya, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan yang telah dipilih-Nya, Tuhan mempersingkat waktunya,” begitu kata Yesus dalam Markus 13:20.

Menghitung dan memperhatikan tanda-tanda jaman memang bisa saja menjadi topik bahasan yang menyenangkan. Maklum, karena kita memang sudah berada di ujung jalan tersebut, dan memang tidak ada salahnya berusaha untuk mengenali tanda jaman. Namun satu hal yang pasti, jangan sampai kita kemudian melupakan hal yang paling penting dari itu semuanya, yang dicatat dalam Lukas 18:8,”Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”