Bethany Sydney
← Semua pesan

Minggu, 17 Mei 2026

HE WILL RETURN

Oleh Nathanael S

Hari Kamis kemarin mungkin terasa seperti hari biasa. Toko-toko tetap buka, jalanan tetap ramai, orang-orang tetap bekerja, dan kehidupan di Australia berjalan seperti tidak ada yang istimewa. Banyak orang mungkin tidak sadar bahwa hari itu adalah Hari Kenaikan Yesus ke Surga. Tetapi bagi kita orang percaya, hari itu bukan hari biasa. Itu adalah peringatan tentang satu peristiwa besar: Yesus yang mati, bangkit, naik ke Surga, dan akan datang kembali.

Kisah Para Rasul 1:9–11 mencatat peristiwa itu dengan jelas. Setelah Yesus berbicara kepada murid-murid-Nya, Ia terangkat ke Surga. Para murid melihat-Nya dengan mata mereka sendiri, sampai awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Lalu dua orang berpakaian putih berkata bahwa Yesus yang terangkat ke Surga itu akan datang kembali dengan cara yang sama.

Ini bukan dongeng. Ini bukan legenda. Ini adalah kesaksian iman yang menjadi dasar pengharapan kita sampai hari ini. Kenaikan Yesus bukan berarti Ia pergi lalu meninggalkan kita sendirian. Justru sebaliknya, Yesus yang naik ke Surga adalah Yesus yang dimuliakan, memerintah, dan tetap bekerja bagi umat-Nya. Ia tidak berhenti mengasihi kita. Ia tidak berhenti menyertai kita. Dan yang paling penting, Ia berjanji akan datang kembali.

Iman Kristen tidak berhenti hanya pada Jumat Agung dan Paskah. Kita percaya Yesus mati di kayu salib. Kita percaya Ia sudah bangkit mengalahkan maut. Tetapi kita juga percaya bahwa Ia naik ke Surga dan satu hari nanti Ia akan kembali menjemput umat-Nya. Inilah pengharapan yang membuat kita tetap kuat, sekalipun dunia di sekitar kita sering terlihat semakin gelap, sibuk, dan jauh dari Tuhan.

Namun, menantikan kedatangan Tuhan bukan berarti kita hidup dalam ketakutan atau sibuk menebak-nebak kapan waktunya. Yesus sendiri berkata bahwa masa dan waktu ada di dalam kuasa Bapa. Jadi tugas kita bukan menghitung tanggal kedatangan-Nya, tetapi hidup setia dan menjadi saksi-Nya.

Itulah pesan Yesus sebelum Ia naik ke Surga: “Kamu akan menjadi saksi-Ku.” Artinya, selama kita masih hidup di dunia ini, kita punya tugas. Kita dipanggil untuk menyaksikan Kristus di mana pun Tuhan menempatkan kita.

Setelah Yesus naik, para murid tidak pulang dengan putus asa. Mereka justru kembali dengan sukacita. Mereka berdoa, menantikan janji Bapa, dan ketika Roh Kudus dicurahkan pada hari Pentakosta, mereka bangkit memberitakan Injil dengan berani.

Di sinilah gereja hari ini perlu kembali mengingat fokus yang benar. Injil bukan terutama tentang mukjizat, berkat jasmani, atau keberhasilan hidup. Injil adalah kabar baik tentang keselamatan melalui Yesus Kristus. Mukjizat dan berkat bisa menyertai, tetapi pusatnya tetap Yesus: yang mati, yang bangkit, naik ke Surga, dan yang akan datang kembali.

Karena itu, mari kita hidup berjaga-jaga. Setia dalam firman. Tekun dalam doa. Dan berani menjadi saksi Kristus, bukan karena terpaksa, tetapi karena kita sungguh percaya: He Will Return. Maranata. Datanglah, Tuhan Yesus.