2 Timotius 3:1, “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.”
Memasuki tahun 2026, tentu setiap orang berharap bahwa tahun ini akan lebih baik dari tahun sebelumnya. Kita semua menginginkan kehidupan yang lebih tenang, ekonomi yang lebih stabil, dan keadaan dunia yang lebih aman. Namun Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa pada hari-hari terakhir manusia akan menghadapi masa yang sukar. Terjemahan lain mengatakan, “Pada masa terakhir dari zaman ini kita pasti akan mengalami banyak kesulitan.”
Kita bisa melihat kenyataan ini terjadi di depan mata kita. Dunia semakin dipenuhi konflik, peperangan, dan ketidakpastian. Ketegangan antara negara-negara besar terus meningkat. Konflik di Timur Tengah, termasuk ketegangan yang melibatkan Amerika, Israel, dan Iran sekarang ini, membuat dunia semakin tidak stabil. Banyak orang hidup dalam ketakutan karena ancaman perang yang bisa meluas kapan saja. Selain itu, krisis ekonomi, bencana alam, dan berbagai ketegangan politik membuat rasa aman di dunia ini semakin berkurang.
Namun bukan hanya keadaan dunia yang semakin sulit, karakter manusia juga semakin rusak. Rasul Paulus sudah menubuatkan hal ini dalam 2 Timotius 3:2-5. Ia menjelaskan bahwa manusia pada akhir zaman akan mencintai dirinya sendiri, menjadi hamba uang, sombong, suka memfitnah, memberontak terhadap orang tua, tidak tahu berterima kasih, dan tidak mempedulikan Tuhan. Mereka tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, tidak dapat mengekang diri, garang, dan tidak menyukai yang baik. Bahkan firman Tuhan mengatakan bahwa mereka menjalankan ibadah secara lahiriah, tetapi sebenarnya memungkiri kuasa Tuhan.
Jika kita melihat keadaan dunia saat ini, gambaran ini sangat nyata. Banyak orang mengejar kepentingan diri sendiri tanpa mempedulikan orang lain. Kebencian, persaingan, dan egoisme semakin terlihat di mana-mana. Teknologi semakin maju, tetapi hati manusia tidak semakin baik.
Karena itu, kita tidak boleh berharap bahwa dunia ini akan menjadi tempat yang semakin baik. Firman Tuhan bahkan mengatakan bahwa suatu hari dunia ini akan berakhir. 2 Petrus 3:10 “Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.” Ini mengingatkan kita bahwa segala sesuatu di dunia ini tidak kekal.
Lalu bagaimana sikap kita sebagai orang percaya? Firman Tuhan memberikan jawabannya dalam 2 Petrus 3:11–14. Justru di tengah dunia yang semakin gelap, kita dipanggil untuk hidup semakin suci dan semakin dekat dengan Tuhan. Kita tidak dipanggil untuk mengikuti arus dunia, tetapi untuk hidup benar di hadapan-Nya.
Ketika dunia semakin kacau, orang percaya harus semakin kuat imannya. Ketika manusia semakin jahat, kita harus semakin hidup dalam kebenaran. Kita menantikan janji Tuhan tentang langit yang baru dan bumi yang baru, tempat di mana kebenaran tinggal.
Karena itu, sambil menantikan kedatangan Tuhan, marilah kita hidup dengan sungguh-sungguh di hadapan-Nya. Berjuanglah supaya hidup kita didapati tak bercacat dan tak bernoda, hidup dalam damai dengan Tuhan, dan tetap setia sampai Tuhan datang kembali.
Tuhan Yesus Memberkati.