Tradisi perayaan Mother's Day untuk mengungkapkan terima kasih kepada para ibu biasanya dalam bentuk pemberian hadiah. Tetapi ada seruan yang semakin kuat untuk menghormati para ibu bukan hanya melalui tindakan komersial.
Mother's Day memberi kita suatu kesempatan indah untuk berhenti sejenak dan merenungkan salah satu karunia terbesar Allah, yaitu kasih sayang seorang ibu. Baik melalui ibu kandung, nenek, ibu rohani, ibu angkat, atau wanita yang telah membesarkan kita selama ini dengan penuh kasih.
Kasih sayang seorang ibu sangatlah kuat karena mencerminkan karakter Tuhan. Kasih sayang ini menghibur di saat-saat ketakutan, berkorban tanpa menghitung-hitung dan terus percaya bahkan ketika orang lain menyerah.
Banyak ibu bangun pagi, begadang, berdoa tanpa diketahui orang dan memikul beban yang tidak dilihat orang lain. Pengorbanan mereka mungkin tampak biasa saja, tetapi di mata Tuhan ini sangatlah berharga.
Seorang ibu mungkin bukan seorang akademisi, tapi beliau dapat mengajarkan jauh lebih banyak. Dia mungkin bukan seorang pendeta, tapi beliau mengajarkan kita bagaimana untuk berdoa.
Dia mungkin bukan seorang dokter, tapi beliau mengajarkan kita bagaimana supaya tidak jatuh sakit. Dia mungkin bukan lulusan perawat, tapi secara natural seorang ibu merawat anak-anaknya dengan setia dan tanpa menerima bayaran.
Hari ini adalah pengingat tahunan akan hutang besar yang kita miliki kepada wanita yang telah mempertaruhkan nyawanya untuk membawa kita ke dunia ini. Selama kurang lebih sembilan bulan, kita semua adalah pekerjaan utama mereka ketika kita ada di kandungannya.
Beliau menopang dan menggendong sampai kita bisa berjalan. Beliau berkomunikasi bahkan sebelum kita bisa berbicara dan kita belajar membentuk kata-kata dengan memperhatikan bibirnya saat beliau mengungkapkan kasih sayangnya.
Seperti seseorang yang dihibur ibunya, demikianlah Aku ini akan menghibur kamu (Yesaya 66:13)
Ayat ini mengingatkan kita bahwa Tuhan membandingkan kasih-Nya dengan kasih sayang seorang ibu. Mereka mengajari bagaimana berjalan bersama Tuhan hanya melalui cara hidup mereka. Mereka menunjukkan kekuatan melalui kesulitan dan menjaga keluarga agar tetap utuh selama masa-masa sulit.
Mother's Day juga dapat membawa kesedihan. Beberapa berduka atas ibu yang telah meninggal dunia. Mungkin ada yang merindukan untuk menjadi seorang ibu atau mungkin ada yang memiliki hubungan yang kurang baik atau merasa tidak diperhatikan dalam pengorbanan mereka.
Tuhan melihat semua ini. Rahmat-Nya menjangkau baik yang bersukacita maupun yang menderita. Tidak ada air mata, doa, atau tindakan kasih yang dilupakan oleh-Nya.
Keibuan tidak didefinisikan oleh kesempurnaan, tetapi oleh kasih yang setia. Dalam banyak hal, ini mencerminkan hati Kristus, yaitu melayani, memberi, memelihara dan terus bertahan.
Kiranya Mother's Day membuat kita semakin hidup dengan rasa syukur dengan kasih yang lebih mendalam terutama kepada para ibu.
Happy Mother's Day to the crowning Jewel of God's creation!
Tuhan Yesus memberkati.