Catatan khotbah
Rasul Paulus menulis kepada jemaat Korintus: "Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus. Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya" (1 Korintus 3:1-2). Ternyata di dalam gereja ada dua kategori: manusia rohani yang dewasa dalam Kristus, dan manusia duniawi yang masih kanak-kanak dan hanya bisa minum susu. Menjadi tua adalah proses yang otomatis, tetapi menjadi dewasa adalah sebuah pilihan. Kedewasaan rohani tidak ditentukan oleh berapa lama kita menjadi orang Kristen atau seberapa sering kita hadir di gereja, melainkan oleh apakah kita sudah bisa makan makanan keras (Ibrani 5:14).
Ciri Manusia Duniawi
Jemaat Korintus disebut manusia duniawi karena masih iri hati, suka berselisih, dan fokus kepada manusia: "aku golongan Paulus, aku golongan Apolos." Padahal pusat gereja bukanlah pendeta atau rasul, melainkan Tuhan, sebab hanya Tuhan yang memberi pertumbuhan. Sifat kanak-kanak juga mudah takut, mudah kuatir, lari dari masalah, egois, dan selalu menuntut untuk dilayani. Karena itu mari kita introspeksi diri dan meninggalkan sifat kanak-kanak itu (1 Korintus 13:11).
Makan Firman Tuhan Setiap Hari
Manusia rohani yang dewasa makan firman Tuhan setiap hari. "Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah" (Matius 4:4; Ulangan 8:3). Sama seperti kita tidak ingat apa yang kita makan beberapa hari lalu tetapi tubuh kita tetap bertumbuh, demikian juga firman yang kita baca berkuasa menumbuhkan kita. Yeremia berkata, "Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya" (Yeremia 15:16). Kalau kita tidak punya selera untuk firman, jangan-jangan kita sedang sakit secara rohani. Firman adalah pelita bagi kaki dan terang bagi jalan kita (Mazmur 119:105). Ayub dapat melewati malapetaka yang luar biasa karena ia menyimpan firman di dalam hatinya (Ayub 23:10-12). Renungkanlah firman siang dan malam, "sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung" (Yosua 1:8).
Mampu Makan Makanan Keras
Setelah Yesus memberi makan lima ribu orang, banyak orang mencari Dia hanya karena mereka telah makan roti dan kenyang (Yohanes 6:26-27). Ketika Yesus mengajarkan perkataan yang keras, "mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia" (Yohanes 6:66). Makanan keras berarti mengikut Tuhan bukan karena motivasi berkat atau mujizat saja, melainkan untuk mengenal hati Tuhan, dan tetap setia walaupun harus melewati proses yang sulit. Raja Yerobeam menyaksikan tiga mujizat sekaligus, namun sesudah peristiwa itu pun ia tidak berbalik dari kelakuannya yang jahat (1 Raja-raja 13:33). Mujizat saja tidak cukup; kita perlu mengenal hati Tuhan, bukan hanya tangan-Nya.
Bertumbuh Menuju Kristus
Kerinduan Tuhan adalah supaya kita mencapai kedewasaan penuh, "sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran" (Efesus 4:13-15). Kristus adalah Firman itu sendiri. Ketika kita mengenal Firman, hidup kita menjadi tenang, sama seperti kita bisa tenang naik pesawat walaupun tidak mengenal pilotnya. Kita panik dan kuatir karena kita masih kanak-kanak yang hanya mengenal susu.
Mari kita berdoa seperti Epafras, supaya kita "berdiri teguh, sebagai orang-orang yang dewasa dan yang berkeyakinan penuh dengan segala hal yang dikehendaki Allah" (Kolose 4:12). Katakanlah: Tuhan, aku mau bertumbuh, aku mau makan firman-Mu setiap hari, dan aku mau belajar makan makanan keras. Tuhan Yesus Memberkati.




