Catatan khotbah
Firman Tuhan berkata: "Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu" (Galatia 5:22-23). Kelemahlembutan bukanlah kelemahan; ia adalah tanda hati yang kuat di dalam Tuhan. Paulus menaruh kelemahlembutan dekat dengan kerendahan hati, dan Yesus sendiri berkata, "belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati" (Matius 11:29). Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata, "Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi" (Matius 5:5).
Kelemahlembutan Terlihat dari Lidah
Kelemahlembutan sering berkaitan dengan lidah. Bukan kata-kata yang pedas dan melukai, bukan kata-kata yang palsu, bukan pula kata-kata yang terus mencari kesalahan orang lain, melainkan ucapan yang membangun, menenangkan, dan memberi ruang bagi orang lain untuk bertumbuh. Yesus berkata kepada perempuan yang berzinah, "pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi" (Yohanes 8:11), tanpa kata-kata yang menghancurkan. Orang yang lembut juga tidak suka mencari konflik; ia memilih damai dan menahan diri.
Kelemahlembutan Tumbuh di Rumah Tuhan
"Orang benar akan bertunas seperti pohon korma... mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita. Pada masa tua pun mereka masih berbuah" (Mazmur 92:13-15). Ada prosesnya: pertama ditanam, lalu bertunas, kemudian berbuah. Kita ditanam di rumah Tuhan oleh firman-Nya, dan jangan berpindah-pindah, sehingga pola pikir kita yang keras pelan-pelan diubahkan. Tanpa akar yang kuat, buah tidak akan bertahan lama.
Kelemahlembutan Adalah Kekuatan
Kelemahlembutan ada di urutan kedelapan karena ia bukan area yang lemah, melainkan area yang kuat. "Haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan" (Ulangan 8:18). Orang yang lemah lembut memiliki kekuatan untuk tetap tersenyum walaupun sakit, kekuatan untuk bangkit kembali setelah jatuh, kekuatan untuk menanggung malu dan omongan orang, dan kekuatan untuk tidak menyalahgunakan kuasa ketika ditinggikan.
Lentur di Setiap Musim Kehidupan
Orang yang lemah lembut itu lentur. Yusuf dibuang berkali-kali, dan Musa melewati tiga tahap kehidupan, tetapi mereka tidak patah. Jangan patah ketika berada di lembah, dan tetaplah rendah hati ketika Tuhan mengangkat Anda ke atas. Kalau Anda sedang tidak kuat, jangan berjalan sendiri; datanglah kepada hamba Tuhan dan tetaplah tertanam di rumah Tuhan.
Hari ini, bagian mana dari hidup Anda yang perlu diserahkan kepada Tuhan supaya hati Anda tetap lembut, baik saat berada di bawah tekanan maupun saat Tuhan meninggikan Anda? Jadilah lemah lembut, dan jadilah kuat di dalam proses. Tuhan Yesus Memberkati.




