Langsung ke konten

Khotbah

Pribadi yang Unggul dan Berbuah

Ps. Brilianti InglieMinggu, 25 Oktober 2026

Catatan khotbah

Tuan dalam perumpamaan tentang talenta berkata, "Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu" (Matius 25:21). Setiap orang ingin dipromosikan, tetapi promosi hanya diberikan kepada pribadi yang unggul. Di dalam sebuah perusahaan, yang dipromosikan belum tentu orang yang paling pintar, melainkan orang yang taat dan setia menjalankan SOP. Kerajaan Sorga juga punya SOP, yaitu firman Tuhan: membaca, mendengar, merenungkan, dan melakukannya. Tuhan melatih orang yang mau dan taat, bukan orang yang membantah atau berkata, "Nanti aja, belum waktunya."

Menurut Kesanggupan, Bukan Menurut Bakat

"Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat" (Matius 25:15). Satu talenta bernilai sekitar 6.000 dinar, kira-kira 1,5 juta dolar Australia, atau upah kerja sekitar 20 tahun. Tuan itu memberi menurut kemampuan dan kapasitas, bukan menurut karunia atau bakat, karena bakat kita bisa saja lebih besar daripada kapasitas kita. Melalui proses, Tuhan sedang mengasah kemampuan dan memperbesar kapasitas kita.

Mulai dari Perkara Kecil

Promosi dimulai ketika kita berkata "ya" untuk hal-hal kecil: mendoakan makanan di Family Altar, membagikan kesaksian satu atau dua menit, atau memimpin pujian di Family Altar. Dua hamba yang pertama segera menjalankan talentanya, sedangkan hamba yang ketiga menggali lobang dan menyembunyikannya. "Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka" (Matius 25:19). Kesetiaan diuji ketika tidak ada yang melihat: bukan soal pencitraan, tetapi tentang apa yang kita tonton dan lakukan di Netflix, YouTube, dan media sosial ketika kita sendirian.

Cara Kita Memandang Tuhan

Hamba yang ketiga berkata, "Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam... Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah" (Matius 25:24-25). Tuannya sama, tetapi cara pandangnya berbeda. Cara kita memandang Tuhan menentukan cara kita merespons proses-Nya. Ketakutan membuat kita mengubur apa yang Tuhan percayakan. Jangan menunggu sampai merasa cukup percaya diri untuk mulai melayani, karena kepercayaan diri tidak pernah datang lebih dulu; ia dibentuk melalui proses.

Hadir Belum Tentu Setia

Tuan itu menyebutnya "hamba yang jahat dan malas" (Matius 25:26). Ada orang yang rajin ke gereja selama 5, 10, bahkan 20 tahun, tetapi tidak ada pertumbuhan yang nyata. "Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan" (Matius 25:29). Yesus berkata, "Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku" (Yohanes 15:8). Pribadi yang unggul bukan hanya aktif, tetapi juga berbuah, termasuk buah Roh (Galatia 5:22-23).

Daud menunggu sekitar 15 tahun sejak diurapi sampai menjadi raja, dan Yusuf melewati sekitar 14 tahun proses, termasuk di penjara. Panggilan Tuhan itu tidak menghilangkan proses pembentukan. Perkara kecil apa yang Tuhan minta Anda kerjakan dengan setia minggu ini? Mari berkata "ya" kepada Tuhan, setia dalam proses-Nya, dan menjadi pribadi yang unggul dan berbuah. Tuhan Yesus Memberkati.