Catatan khotbah
Rasul Paulus berkata, "Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan" (Filipi 1:21). Dunia selalu menghitung keuntungan dari untung dan rugi. Seorang pebisnis tahu bahwa uang tidak akan berlipat ganda kalau hanya didiamkan; uang itu harus dikelola dan diputar. Orang sekuler menganggap keuntungan adalah sesuatu yang menyenangkan diri sendiri dan memuaskan daging. Namun firman Tuhan menunjukkan sudut pandang yang berbeda: hidup bukan untuk diri sendiri, melainkan bagi Kristus.
Melatih Roh, Bukan Hanya Tubuh
Banyak orang hidup untuk menghindari kematian, dan ketakutan sering muncul ketika manusia hanya memikirkan tubuhnya. Jiwa boleh turun dan fisik boleh habis, tetapi roh harus tetap kuat. "Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang" (1 Timotius 4:8). Roh yang dilatih dalam ibadah akan kuat menghadapi apa pun, bahkan kematian, karena kita tahu kematian membawa kita kepada kekekalan bersama Tuhan.
Hidup yang Berfokus kepada Yesus
Sadrakh, Mesakh, dan Abednego berkata kepada raja: "Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu... tetapi seandainya tidak... kami tidak akan memuja dewa tuanku" (Daniel 3:17-18). Mereka sudah siap mati, tetapi tidak menjual iman mereka. Akhirnya mereka bukan saja hidup, tetapi keputusan mereka membuat Raja Nebukadnezar memerintahkan semua orang menghormati Allah mereka. Penjahat di salib juga tidak meminta diturunkan dari salib seperti temannya, melainkan berkata, "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja." Yesus menjawab, "sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus" (Lukas 23:42-43). Ia beruntung karena matanya tertuju kepada Yesus dan kekekalan.
Hidup adalah Kristus
Hidup seperti Kristus berbeda dengan hidup adalah Kristus. Kalau kita memandang Yesus berada di luar diri kita, kita akan lelah berusaha hidup kudus dan benar dengan kekuatan sendiri. Hidup adalah Kristus berarti Kristus hidup di dalam kita dan mengekspresikan diri-Nya melalui hidup kita oleh Roh Kudus. Persilakan Roh Kudus berbicara, berkarya, dan menuntun setiap keputusan kita, termasuk ketika ada tawaran yang dapat mengganggu waktu ibadah kita.
Hidup yang Berbuah
Karunia-karunia rohani itu seperti pohon yang semakin tinggi, dipandang orang, namun sulit dijangkau. Tetapi buah Roh (Galatia 5:22-23) semakin lebat semakin merunduk, sehingga banyak orang dapat menikmatinya. Buah tidak dapat memuji dirinya sendiri; ia dinikmati dan dipuji oleh orang yang memakannya. Kasih yang Tuhan rindukan bukan hanya mengasihi orang yang mengasihi kita, tetapi juga orang yang memusuhi kita. Nyatakanlah buah itu kepada pasangan, anak, dan orang-orang di sekitar kita, dengan perhatian, kesabaran, kemurahan, dan kerendahan hati untuk meminta maaf.
Kalau hari ini Anda harus melepaskan sesuatu, apa yang paling sulit Anda serahkan: rasa aman, kendali, atau fokus Anda kepada Yesus? Mari kita tetap fokus kepada Kristus apa pun yang terjadi, mempersilakan Dia hidup di dalam kita, dan menghasilkan buah yang dinikmati banyak orang. Tuhan Yesus Memberkati.




